Chat With Me


Statistik
    Page Views   Page View

    Visitors   4219 Hit Visitors

    Visitor Online   1 Visitors Online

Kepulan Asap Gunung Nglanggeran

Menurut Balai Penyelidikan dan Pengembangan Kegunungapian (BPPTK), gejala berupa suara gemuruh dan kepulan gas yang terjadi pekan ini di Gunung Nglanggeran Gunungkidul yang dilihat masyarakat belum dapat dipastikan berasal dari aktivitas magmatik, pihak BPPTK baru akan melakukan penelitian pada gunung berapi purba itu dengan mengirim tim kimia untuk meneliti gas yang keluar dari Nglanggeran. Apakah termasuk aktivitas vulkanik atau tidak. Jika dilihat secara ilmiah dan fakta yang terjadi selama ini, sangat kecil kemungkinan Gunung Nglanggeran aktif kembali dengan alasan, Gunung Nglanggeran merupakan gunung api purba yang terbentuk dari masa tersier sekitar 68 juta tahun lalu. Sementara gunung-gunung berapi yang ada saat ini terbentuk pada masa kuarter atau sekitar 1,8 juta tahun lalu, selain itu saat gempa 2006 di Yogyakarta, ada gejala serupa di Gunung Kidul, tapi ternyata setelah diteliti bukan gas dari aktivitas vulkanik, hanya gas metan saja. Diperkirakan kepulan gas di Gunung Nglanggeran ini muncul dari lapisan atas, gempa 5,6 SR yang mengguncang DIY dan sekitarnya beberapa hari sebelumnya diperkirakan juga membuka retakan untuk kemunculan gas tersebut, dan ini tidak ada hubungannya dengan Merapi yang sedang erupsi,

Oleh karena itu, dihimbau agar masyarakat sekitar tidak perlu merasa panik terkait dengan fenomena alam ini. Kabar semacam ini menurutnya memang sering membuat panik masyarakat karena selalu beredar sebelum dilakukan penelitian. Kasus lain misalnya dikabarkan di Gempol Klaten ada gas beracun, ternyata setelah kita cek tidak ada apa-apa. Intinya masyarakat jangan panik jika informasi itu bukan dari narasumber yang kompeten.

Komentar