Chat With Me


Statistik
    Page Views   Page View

    Visitors   3568 Hit Visitors

    Visitor Online   1 Visitors Online

Grebeg Besar

Kraton Yogyakarta pada hari Rabu, 17 Nopember 2010 menggelar prosesi upacara Grebeg Besar dalam perayaan Idul Adha 1431 Hijriah, di pelataran mesjid Gede Kauman. Prosesi upacara tradisional Grebeg Besar berupa iring-iringan gunungan dikawal sembilan pasukan prajurit keraton, diantaranya prajurit Wirobrojo, Ketanggung, Bugis, Daeng, Patangpuluh, Nyutro. Mereka mengenakan seragam dan atribut beraneka warna sambil membawa senjata tradisional tombak, keris serta senapan kuno.

Sekitar pukul 09.30, iring-iringan empat gunungan yaitu gunungan lanang (laki-laki), gunungan wadon (perempuan), gunungan gepak , dan gunungan pawuhan itu keluar dari dalam kraton melewati Siti Hinggil, Pagelaran, dan menuju Alun-Alun Utara. Tembakan salvo prajurit kraton mengantar arak-arakan menuju mesjid Gede Kauman. Iringan gunungan tersebut dikawal sembilan pasukan prajurit keraton, diantaranya prajurit Wirobrojo, Ketanggung, Bugis, Daeng, Patangpuluh, Nyutro. Mereka mengenakan seragam dan atribut aneka warna dan membawa senjata tombak, keris serta senapan kuno.

Gunungan yang dibuat dari bahan makanan seperti sayur-sayuran, kacang, cabai merah, telur, ubi dan beberapa pelengkap yang terbuat dari ketan dan dibentuk menyerupai gunung yang melambangkan kemakmuran dan kekayaan tanah Keraton Mataram. Parade gunungan yang dipimpin Manggoloyudho (panglima perang) GBPH Yudhaningrat itu disambut tembakan salvo dari para prajurit keraton ketika keluar dari dalam keraton dan melewati Alun-alun Utara.

Selanjutnya gunungan dibawa ke Masjid Agung/Besar Kauman Yogyakarta untuk didoakan penghulu keraton, kemudian menjadi rebutan ratusan warga yang sudah sejak pagi menunggu di halaman masjid. Warga yang memperoleh bagian gunungan percaya bahwa sedekah Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono X tersebut akan membawa berkah bagi kehidupan mereka.

Tanpa basa-basi, ratusan masyarakat yang sudah menunggu disana langsung mengeroyok dan memperebutkan gunungan. Petugas keamanan sudah mencoba mengamankan gunungan dari serbuan massa, namun kewalahan juga. Dalam hitungan menit, keempat gunungan ludes diperebutkan masyarakat meski belum didoakan oleh para penghulu kraton.

Dalam setiap rangkaian upacara Grebeg, terdapat salah satu makanan yang selalu menjadi ciri khas Grebeg Besar, yakni ndog abang atau telur merah.Tak hanya dalam rangkaian Grebeg Syawal maupun Grebeg Mulud, ndog abang juga tetap menjadi daya tarik masyarakat saat datang dalam upacara Grebeg Besar. Selain berharap membawa pulang hasil rayahan gunungan, tak sedikit pula warga yang tertarik untuk membawa pulang ndog abang untuk syarat pelengkap berkah. Dipercaya, ndog abang ini memiliki khasiat agar manusia bisa panjang umur, diberi berkah dan kelancaran rejeki.

Komentar